Seandainya kalimat ini keluar dari
mulut seorang Zakheus, mungkin Lukas 19:1-10 akan jadi bagian kosong di
alkitab. Coba nih, saking keren-nya
kisah tentang Zakheus, sampai-sampai di alkitab ada ‘slot’ khusus yang membahas mengenai Zakheus. Sudah pernah baca
kisah Zakheus? Coba ambil alkitabmu (kalau berdebu karena jarang dibaca, yuk
dibersihkan dulu biar bacanya enak) dan buka Lukas 19:1-10. Kita baca dulu yuk,
5 menit yaa! (Awas jangan ketiduran lho)
Sudah? Yuk lanjut! Jadi dikisahkan
Zakheus ini adalah seorang pemungut cukai, atau sekarang ini kita lebih kenal
istilah ‘orang pajak’. Nah pemungut cukai pada zaman itu adalah profesi yang
setara dengan seorang pemabuk, perempuan sundal, orang kafir, pokoknya masuk
jajaran pendosa, hina, haram deh! Kenapa tuh? Para pemungut cukai adalah
orang-orang yang dibenci masyarakat Yahudi karena mereka memungut pajak untuk
pemerintah Romawi (penguasa penjajah saat itu), tapi dengan cara-cara
perampasan dan pemerasan. Mereka memungut lebih dari yang seharusnya, dan
kemudian di korupsi pula! ( Ayat 2 dan ayat 8)
Nah pada suatu hari, Tuhan Yesus
lagi berjalan melewati Kota Yerikho, tempatnya si akang Zakheus ini. Berhubung
Tuhan Yesus saat itu sudah terkenal bangetttt (One Direction atau Super Junior
sih lewat deh!), jadi orang-orang di kota itu ngikutin Yesus dan ngerubungin
dia. Penuh, sesak kayak Jokowi kalau lagi blusukan ke kampung-kampung gitu deh.
Si akang Zakheus ini kan jadi penasaran, seperti apa sih Yesus ini kok sampai
segitunya digandrungi? Penasaran juga nih si akang. Tapi Zakheus ini ternyata
badannya pendek! Udah penuh sesak, trus badan pendek pula. Seandainya zaman
dulu udah ada panggung tinggi kayak konser-konser jaman sekarang, mungkin masih
bisa keliatan deh Tuhan Yesus-nya. Tapi kan belum ada jek!
Zakheus ga kehabisan akal. Dia
berusaha menjawab rasa penasarannya. Apa yang dia lakukan? Dia lari mendahului
kerumunan orang banyak itu, dan terus dia manjat pohon! Sebegitu dahsyat
usahanya demi untuk melihat Yesus! Apa yang terjadi berikutnya? Nah ini yang
keren nih, ternyata Tuhan Yesus sangat menghargai usaha akang Zakheus. Si akang
Zakheus malah dipanggil sama Tuhan, suruh turun, dan bahkan Tuhan Yesus sampai
minta berkunjung ke rumahnya! Di akhir cerita Zakheus pun bertobat dan perubahan
besar terjadi dalam hidupnya, Zakheus berkata: “Tuhan, setengah dari milikku
akan kuberikan kepada orang miskin, dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari
seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." (ayat 8).
Pernahkah kalimat seperti judul di
atas timbul dalam pikiranmu? “Gw ga layak buat Tuhan”. Akibat dosa yang pernah,
atau mungkin kamu lagi terpuruk di dalamnya, dan membuat kamu berpikir seperti
itu?
Kisah singkat mengenai seorang Zakheus
(hanya 10 ayat) yang digambarkan sebagai pendosa kelas kakap oleh masyarakat
pada zaman itu, menunjukkan bahwa pernyataan “Gw ga layak buat Tuhan” adalah
salah besar. Ayat 10, yang juga adalah perkataan langsung Tuhan Yesus, berkata:
“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang”.
Ayat ini seolah menjadi bantahan
paling pas terhadap pernyataan ‘ketidaklayakan’ itu. Lha wong justru Tuhan Yesus itu sampai turun ke dunia jadi manusia
itu buat nyari dan menyelamatkan manusia yang mbandel. Kenapa kamu-nya malah ke-ge-er-an dengan bilang “Gw ga
layak buat Tuhan”?
Yesus yang begitu terkenal dan
digandrungi banyak orang pada saat itu justru memberikan waktunya untuk seorang
yang dikucilkan masyarakat, seorang yang dianggap sampah, seorang yang tidak
layak. Dia bahkan memberikan perhatian yang ekstra dengan mengunjungi rumahnya!
Let me tell you a secret: Tuhan yang mengunjungi rumah
Zakheus, adalah Tuhan yang sama yang
saat ini menunggumu untuk mengundang Dia masuk ke ‘rumahmu’, ke ‘hatimu’, ke
‘hidupmu’ untuk membawa perubahan bagi hidupmu. Hey! Wow! Isn’t that amazing?!
Dan saat engkau membuka hatimu dan
berseru memanggil Yesus dengan kerinduan yang amat sangat besar, seperti rasa
penasaran seorang Zakheus, dan mempersilahkan Dia masuk ke hidupmu, tepat saat
itulah pertobatan terjadi dalam hidupmu. Seperti kata Yesus mengenai Zakheus :
“Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini” (Ayat 9).
Apakah saat ini kamu lagi jauh sama
Tuhan karena kamu merasa ga layak? Apakah saat ini kamu masih terikat dengan
dosa? Atau apakah kamu adalah seorang yang belum pernah mendengar berita
keselamatan, tapi ‘penasaran’ dengan kabar baik mengenai Sang Juruselamat?
Saatnya lakukan perubahan dalam hidupmu. Kamu cuma perlu lakukan hal yang
sangat sederhana: Berseru kepadaNya, dan beri dirimu kepadaNya. Biar Tuhan
masuk kedalam hidupmu, dan membawa keselamatan bagimu.
Dan jangan lupa, saat keselamatan
atau pengampunan itu sudah diberikan, jangan kembali berbuat dosa lagi tapi
lakukan hal-hal yang sesuai dengan kehendak-Nya.
“Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti
salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih
seperti bulu domba.”
Yesaya 1:18


Tidak ada komentar:
Posting Komentar