Tampaknya jenis kegiatan seperti lagi cukup ngetrend, dan 'happening'. Kenapa? Karena memang kondisi kota2 besar di Indonesia, dan tekanan pekerjaan, telah banyak menciptakan orang stress baru. Light stress, lebih tepat disebutnya. Stress banget sampai rambut dan baju acak2an sih ngga, tapi light stress lebih membuat orang ke arah cenderung mencari 'pelarian' sesaat dari jenis stres ini.

Buktinya setiap ada libur kejepit, atau libur sedikiiit aja, bandung dan bogor penuh. Karena memang persepsi orang terhadap kedua kota itu, selain dekat, juga karena udara yang sejuk, tenang, adem, dsb. Tapi sekarang bandung dan bogor justru jadi biang macet saat liburan. Akhirnya muncul-lah beragam tempat 'pelarian' instan di Jakarta. Mall-mall dengan konsep taman didalamnya, resto2 yang justru fokus menjual 'kenyamanan' atau ambience, dan juga bertumbuhnya beragam tempat Spa.
Bukti lainnya juga, sekarang ini iklan rokok sudah tidak lagi menawarkan konsep 'ke-pria-an' atau 'ke-maskulin-an' dalam iklannya, namun konsep 'kebebasan'. Mulai dari iklan yang secara tidak langsung menggambarkan saat anda merokok, anda akan merasa seperti berada di dalam sebuah 'bubble' besar dan terbang ke alam bebas yang tenang. Atau iklan lain yang menggambarkan saat anda membeli rokok itu, anda digambarkan sedang memanjat keluar dari jalinan tali2 yang begitu padat 'melibat' sana sini, dan saat anda merokok rokok tersebut, anda akan berada di atas semua 'keruwetan' tersebut, dan menikmati area baru yang lega dan menenangkan. Go ahead!(Tagline sebuah merk rokok) :)
Menurut ilmu ekonomi, supply ada karena ada demand. Begitupun kondisi ini timbul karena permintaan dari orang2 Jakarta, akan suatu jawaban atas permasalahan 'stress' mereka. Seolah2 mereka meraung-raung dan berseru: "Berikan kami kelegaan, Kami ga masalah harus keluarkan biaya lebih untuk mendapatkan ketenangan. Kami ingin lepas dari stress ini". Dan permintaan ini terus meningkat. Semakin besar suatu kota, kompleksitas-nya pun semakin meningkat. Jakarta terus bertumbuh menjadi kota yang semakin besar. Bahkan ada sebuah penelitian yang menyatakan kalau Jakarta adalah kota dengan jumlah Mall terbesar di dunia. Fakta yang mengejutkan ya? Artinya 'pasar' orang2 stress ini belum akan berakhir, dan kalaupun akan berakhir, kapan? Andai ada yang bisa menjawab pertanyaan ini.
Bagaimanapun kondisinya, yang jelas perkembangan orang2 stress ini semakin banyak, dan terus bertambah. Saya tidak berbicara soal pekerja kantoran, tapi mahasiswa dan murid sekolah pun mulai masuk tahap light stress ini. Buktinya? Cek aja twitter status remaja-remaja Indonesia, majority fills with complaints.
Ironis, untuk mengatasi stress ini orang berani dan sudah tidak peduli jika mereka harus membayar lebih demi mendapatkan suatu ketenangan sesaat. Bayar kelas meditasi, spend some money utk ke bandung, atau bahkan akhirnya mencoba merokok, just to find the answer, yang akan memberikan mereka kelegaan. Padahal satu-satunya jawaban, adalah keep connected with God. Simple huh? :)
"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.", tertulis di Matius 11:28. Semudah itu! :) Lalu kenapa orang2 bersedia untuk bayar mahal2 untuk sebuah liburan sesaat, spa sesaat, atau kelas meditasi rutin, padahal mereka bisa mendapatkannya KAPANPUN dan SELAMANYA? Karena mereka belum tahu jawaban ini.
Lebih ironis lagi, banyak orang anak2 Tuhan yang masuk ke dalam 'grup' light stress ini, padahal mereka sudah tahu jawabannya. Lalu karena apa? Karena mereka tidak menjaga 'koneksi'nya dengan Tuhan. Sama seperti lampu emergency. Walau dia dipersiapkan untuk tidak langsung mati saat listrik terputus, tapi setahan-tahannya lampu emergency lama-lama akan redup, dan mati juga. Karena dia tetap membutuhkan aliran listrik untuk membuat dia tetap menyala. Begitupun anak-anak Tuhan.
"Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh," kata Galatia 5:25. Dan hasilnya? Buah2 roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (Galatia 5:22-23). Seperti bermacam-macam sifat yang bisa meredakan dan bahkan menghilangkan stress kan? :)
Find the right and permanent answer. And Jesus is the ONLY answer. Have a joyful day my friend! :)

*pssst, bukan berarti ga boleh ke bandung lho yaaa :P
@rezaryabima; 16 June 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar