Minggu, 07 Agustus 2011

Not a 'Template-Man'

Salah satu mata kuliah saya di term ini (S2 Strategic Marketing di Binus Business School) adalah Strategic Brand Management, dengan ibu Amalia E. Maulana sebagai pengajar. Beliau adalah salah satu pakar marketing di Indonesia, yang memfokuskan diri mempelajari ilmu Etnography.

Di kelas pertama hari itu, ada satu 'istilah' yang saya dapatkan dari dia, dan yang mendorong saya untuk menulis posting-an ini. Dia menjelaskan bahwa sebelum dia mengambil pendidikan lanjutan S2 dan S3, pada masa-masa saat dia bekerja di perusahaannya dulu (Unilever, dll), dia menyebut diri dia sebagai seorang 'Template-Man'.


Apa itu 'Template-Man'? Bisa/ pernah mengoperasikan Microsoft Power Point? Saat kita menggunakan power point yang biasanya kita gunakan untuk mempresentasikan sesuatu, sebelum/ sesudah kita memasukkan setiap materi yang dibutuhkan, kita biasanya akan menambahkan design untuk background agar materi tersebut tidak membosankan. Nah microsoft power point ini menyediakan beragam pilihan design untuk background yang tinggal kita 'klik' / pilih, dan kemudian design pilihan tersebut akan langsung terpampang di slide pilihan. Design background yang sudah tersedia inilah yang disebut 'Template' oleh Microsoft.

Seringkali di dunia kerja, atau kuliah, atau bahkan sekolah, kita bertemu (Atau bahkan kita sendiri) dengan para 'Template-Man' ini, orang-orang yang hanya memilih menggunakan apa yang sudah ada sebelumnya, sudah disediakan, tanpa berusaha melihat atau meng-evaluasi, apakah hal-hal tersebut cocok dengan kita, masih relevantkah atau tidak, sesuaikah dengan isu yang berkaitan.

'Template-Man' bisa diartikan secara sederhana, sebagai orang-orang yang kurang/ bahkan tidak memiliki inisiatif. Inisiatif untuk bertanya-tanya, inisiatif untuk memunculkan hal-hal baru, inisiatif untuk memodifikasi, atau inisiatif untuk mengganti suatu hal. Para 'template-man' ini seringkali dikorelasikan sebagai Robot. Lakukan apa yang 'biasanya'.

'Template-Man' bukan orang-orang yang cocok untuk berada di posisi 'pemimpin', karena posisi pemimpin membutuhkan karakter orang yang mampu menyesuaikan diri dan tidak kalah dengan perubahan yang ada.

'Template-Man' bukan orang-orang yang 'menonjol', karena tidak ada sesuatu yang berbeda yang dapat mereka tunjukkan.

'Template-Man' bukan orang-orang yang cocok berada di industri kreatif, karena mereka tidak mampu menghasilkan inovasi, dan hal-hal baru.

'Template-Man' adalah orang-orang yang senang berada di zona nyaman, dan lebih memilih titik aman.

Menjadi 'template-man' bukan pilihan yang salah, tergantung pada masing-masing individu.

Tapi menjadi 'Template-Man' jelas bukanlah pilihan yang tepat, kalau kita ingin memaksimalkan potensi-potensi yang ada dalam diri kita.

I choose not to be one of the 'Template-Man', how 'bout you? :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar